Showing posts with label artikel pendidikan. Show all posts
thumbnail

Unduh Aplikasi Dapodik V3.00 Tahun 2014



Unduh Aplikasi Dapodik V3.00 Tahun 2014 – Pada Tahun Ajaran 2014/2015 pemerintah kembali mengeluarkan sistem pendataan untuk sekolah yaitu Dapodik V3.00 tahun 2014. Untuk mendapatkan Aplikasi Dapodik-Dapodikdas V.3.00 Silahkan Download Aplikasi Dapodik-Dapodikdas V.3.0.0 untuk Pendataan Tahun Pelajaran 2014-2015.
Sebelum melakukan instalasi Aplikasi Dapodik-Dapodikdas V.3.0.0 jangan lupa Bapak/Ibu Operator sekolah untuk membaca Manual Petunjuk Instalasinya

Aplikasi
  • Installer Dapodikdas 3.0.0 (link 1, link 2)
    [pilih salah satu link]
Prefill
Formulir
Manual

Sumber : http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/laman/unduh
thumbnail

Curahan Hati Sang Operator

Curahan Hati Sang Operator - Mungkin anda penasaran kerjaan operator apa sich. Pasti gajinya gede ya... nie coba saya tebak, kerja sebagai operator alat berat di pertambangan ya ! atau operator warnet nich. Semua pendapat anda itu kurang tepat, sebenarnya yang saya tulis ini adalah curahan hati para Operator sekolah  yang dalam beberapa bulan ini disibukkan dengan tugas berat yang di embannya.

Dalam benak anda mungkin bertanya kembali, Siapa Sich Operator Sekolah ?, Apa tugas nya ?

Menurut saya pribadi operator sekolah adalah guru (PNS, Honor, Kontrak, dsb), Tata Usaha, ataupun orang lain diluar sekolah yang membantu administrasi sekolah. Di tahun 2013 ini, Kebutuhan seorang operator sekolah dikarenakan pendataan tenaga pendidik dilakukan online dengan sebuah aplikasi dapodik, tidak lagi melakukan pemberkasan seperti yang sudah dilakukan pada beberapa tahun sebelumnya. Selain itu, dalam beberapa bulan ini operator juga disibukkan dengan yang namanya Verifikasi Validasi (verval) NUPTK yang dilakukan di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh semua Pengawas, Kepala Sekolah, dan guru dengan menginput pemutakhiran data masing-masing secara online di website padamu.siap.web.id yang kerennya Padamu Negeri. Sebetulnya tugas operator itu mudah dan tidak berat, namun di setiap sekolah para PTK  (pendidik dan tenaga kependidikan) tidak semua orang bisa melakukannya sendiri. Sehingga dalam menginput data pribadi semuanya di serahkan ke operator sekolah. Walaupun sampai saat ini tidak ada SK atau surat secara resmi penetapan sebagai operator sekolah oleh pemerintah.

Belum lagi masalah website yang sulit diakses pada jam-jam tertentu sehingga membuat stres para Operator sekolah, untuk mempermudah menginput data tersebut  maka para operator sekolah sebagian ada saja yang tengah malam melaksanakan tugas tersebut demi sekolah. Tapi kenyataannya pihak sekolah belum tentu mengetahui  kondisi pekerjaan operator sekolah seperti itu ?, dan sudah kah memperhatikan kesejahteraan mereka ?

Kemudian masalah yang sangat besar dan sering dikumandangkan di beberapa grup facebook yang berkaitan dengan pendataan sekolah yaitu mengenai besaran gaji (honor) yang di dapatkan yang kurang jelas dari sekolah. Sedangkan mereka (Operator sekolah) dengan penuh keikhlasan melaksanakan input data para PTK dan EDS Guru dan siswa dengan begadang semalaman. Alhamdulillah, kalau saya sendiri sebagai Operator Sekolah di SDN Tambak Sirang Baru Gambut sudah diberikan honor yang memadai dari sekolah dan para guru, saya berharap semoga para operator di sekolah-sekolah yang lain bisa lebih diperhatikan lagi honor serta kesejahteraannya oleh pihak sekolah dan pemerintah.

Diakhir curahan hati ini, ayo para Operator sekolah kita menyanyikan lagu ini ya !! 

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

Hidup Operator sekolah….Tetap semangat…

thumbnail

Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian CPNS 2013


Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian CPNS Terbaru 2013 - Pelaksanaan Ujian CPNS 2013 sudah di tetapkan oleh pemerintah. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah mengumumkan bahwa tahapan pelaksanaan Ujian CPNS. Adapun tahapan pendaftaran dan pelaksanaan Ujian CPNS sebagai berikut :

  1. Tanggal 1-20 September 2013,  pengumuman dan pendaftaran penerimaan CPNS jalur umum
  2. Tanggal 29 September 2013, pelaksanaan ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) untuk pelamar umum yang mengunakan sistem komputer atau Computer Assested Test (CAT). Ada 19 Kementerian dan Lembaga yang telah mendaftar untuk difasilitasi pelaksanaan tes CPNS 2013 dengan sistem CAT
  3. Tanggal 3 Nopember 2013,  pelaksanaan ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) untuk yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) bagi pelamar umum dan Tenaga Honorer Kategori II
  4. Nopember 2013, akan dilaksanakan pengolahan hasil TKD dan TKB
  5. Akhir Nopember s/d Pertengahan Desember 2013 : Pengumuman hasil seleksi CPNS 2013

Untuk CPNS yang berasal dari jalur sekolah kedinasan yang akan dilaksanakan pada antara September–Oktober, tahun ini.

Demikian Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian CPNS 2013. Harap di ketahui bahwa pelaksanaan ujian CPNS ini di laksanakan secara terbuka dan sistem ujian menggunakan komputerisasi. Silahkan persiapkan diri anda sebaik mungkin dengan belajar dan berlatih mengerjakan soal-soal ujian CPNS 2013. 
Tag search :  Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian CPNS 2013, Informasi penerimaan CPNS 2013, Pelaksanaan penerimaan CPNS, Computer Assested Test (CAT), Info CPNS 2013
thumbnail

12 orang peserta "Sehari Bersama Presiden SBY"

Inilah 12 orang peserta yang beruntung "Sehari Bersama Presiden SBY" dari kategori SD, SMP dan SMA yang berasal dari seluruh Indonesia.

Hari ini, 23 Agustus 2013, mereka menjadi "presiden-presiden" kecil yang mengikuti kegiatan Presiden SBY selama satu hari penuh. 12 Peserta yang mendapatkan kesempatan berharga ini adalah :
1. Kurnia Ikhlasul Amal (MAN Yogyakarta II)
2. Desthira Hedya Mahulette (SMAN 1 Ambon)
3. Hanang Ilham Yohana (SMAN 1 Ponorogo)
4. Kinanthi Putri Puruhitasari (SMKN 36 Jakarta)
5. Syahna Rahmah Falihah (SMPN 7 Bandung)
6. Mayang Lestari (SMPN 1 Selat Kuala Kapuas)
7. Ariq Rizqulrrahman Harun (SMPN 1 Sinjai Utara)
8. Ahmad Syafiq Zuhri (SMPN 4 Percontohan Karang Baru Aceh Tamiang)
9. Rio Fredtien Dave Korwa (SD YPPK Gembala Baik Jayapura)
10. Agil Alfarizi (SDIT Islahul Ummah Prabumulih)
11. Ni Ketut Devi Widhi Prastiti (SDN 3 Banjar Jawa Singaraja)
12. Ramadhanti Andini Widiyono (SD Arrahman Motik Jakarta)
thumbnail

Cara Aktifasi akun Siswa Padamu Negeri

Cara Aktifasi akun Siswa Padamu Negeri # Pada tanggal 19 Agustus 2013 aktifasi akun siswa sudah bisa dilakukan di website padamu negeri. Namun karena tidak adanya pelatihan tentang padamu negeri ini, banyak teman-teman para operator yang menanyakan bagaiman cara aktifasi akun siswa tersebut. apa meminta akun lewat dinas pendidikan atau bagaimana ?..
melalui tulisan ini saya akan memberikan Cara Aktifasi akun Siswa Padamu Negeri.
Ikuti langkah-langkah berikut ini ya :
1.  Kunjungi website Padamu Negeri, kemudian pilih Login sekolah (user/id & password masing-masing sekolah ya)
2.  setelah masuk ke login sekolah, dilanjutkan dengan mengklik menu " SEKOLAH "

 3. Muncul beberapa pilihan pada menu sekolah, kemudian klik Administrasi beta dilanjutkan pilih siswa & alumni

4. Klik menu siswa pada sidebar, kemudian pilih daftar siswa (muncul adat siswa yang masih kosong) kemudian pilih tanda + pada bagian kanan. Lihat Gambar
5. Setelah diisi dengan data 1 orang siswa, kemudian kita lanjutkan dengan mengunduh format data siswa yang menggunakan format Ms. Exell. Kemudian hasil unduhan tersebut diisi dengan seluruh siswa yang ada di sekolah anda tanpa merubah format tersebut. setelah data selesai terisi, anda dapat menguploadnya kembali.


 6.  Kalau sudah terupload dengan benar, maka data siswa sekolah anda sudah masuk. kemudian anda bisa mencetak aktifasi akun siswa





7. Contoh Tanda bukti akun siswa

Mudah saja kan...semoga bermanfaat

tag search :
Aktivasi akun siswa, cara eksport data siswa, padamu negeri, EDS siswa, format akun siswa, format aktivasi akun siswa
thumbnail

Cara Cek Validasi Data Guru


Cara cek / pengecekan Validasi Data Guru Sertifikasi atau Cek Verifikasi Data PTK melalui blog Cek Validasi Data Guru Sertifikasi ini sangat mudah! anda bisa mengecek validasi data diri yang dikirim melalui aplikasi pendataan dikdas dan anda juga dapat mengecek SK Tunjangan Sertifikasi Guru melalui form yang tersedia dibawah ini. Form dibawah ini terkoneksi langsung dengan server pusat jadi data yang dihasilkan akan sama.

Isilah kolom NUPTK dengan Nomor NUPTK anda dan tuliskan passwordnya dengan tanggal lahir anda dengan ketentuan sebagai berikut:
Penulisan NUPTK tidak menggunakan spasi dan tidak ditambah dengan karakter apapun. kemudian ketik paswordnya dengan tanggal lahir anda yang dibalik dari tahun bulan tanggal, Harus 8 angka, contoh 12 Agustus 1965 menjadi 19650812 seperti yang tertulis pada keterangan halaman dibawah ini:

Kemudian tunggu beberapa saat, semoga berhasil dan data anda telah valid. 
Catatan : Form Pengecekan Data Guru diatas sewaktu-waktu tidak muncul, anda dapat me-refresh halaman ini dengan menekan F5 pada keyboard komputer anda, atau anda dapat membukanya kembali lain waktu, Anda juga dapat membuka halaman yang lainnya di alamat ini :

  1. http://223.27.144.195/info.php
  2. http://223.27.144.195:8083/info.php
  3. http://223.27.144.195:8082/info.php
  4. http://223.27.144.195:8081/info.php
Copy salah satu dan Paste-kan pada alamat url browser anda...


Apabila data anda belum valid atau masih ada
thumbnail

Download Isian data rinci guru dan EDS Verval NUPTK

Daftar Pertanyaan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Saat Proses VerVal NUPTK

Sekedar berbagi pengalaman buat teman guru semua saat mengisi pertanyaan Evaluasi Diri Sekolah / EDS secara online saat proses VerVal NUPTK, sabaiknya copy atau download dulu pertanyaan EDS yang ada di internet.
Pengalaman yang saya dapat, setelah saya download pertanyaan EDS dan data rinci guru kemudian saya coba jawab dulu itu pertanyaan hasilnya sangat membantu sekali ketika  menjawab pertanyaan EDS secara online. Pokoknya tinggal Klik-klik jawaban sehingga sangat menyingkat waktu, selain itu dalam pengisian data guru akan lebih mudah sehingga tidak perlu bongkar-bongkar berkas saat mengisi secara online.
Untuk memudahkan tugas Operator Sekolah dan PTK  pakai cara2 di bawah ini
1. Download filenya dulu dan File berupa Word
2. Print out
3. Bagikan kepada KEPALA SEKOLAH
4. Bagikan juga kepada Guru
5. KEPALA SEKOLAH dan GURU menjawab Soal-soal EDS Offline yg dibagikan
6. Operator mengambil dan mengumpulkan print out Soal EDS dari Kepsek dan Guru
7. Di sinilah  peran Operator mengerjakan dan memindahkan secara Online Soal EDS yang di jawab  Kepsek dan Guru
8. Kepsek atau Guru yang bisa internet boleh saja jawab sendiri dirumah secara Online


Kenapa cara di atas di lakukan :
1. Bukan tugas Operator menjawab semua soal EDS itu, tapi masing2 Guru
2. Sebagian Guru masih banyak yang tidak mengerti memainkan Laptop yg berhubungan dengan internet
3. Menjawab Angket EDS secara Online yang di lakukan sendiri oleh Kepsek dan Guru bisa memakan waktu lama, jaringan bisa tidak bagus, perlu berpikir menjawabnya sehingga dengan isian di bawah ini mempermudah verval NUPTK.

Cara cepat Dowload di Ziddu.com lihat gambar di atas
1. Download EDS Kepsek DOWNLOAD
2. Download EDS Guru     DOWNLOAD 
3. Doanwnload ISIAN DATA RINCI GURU DOWNLOA

thumbnail

Membuat event sekolah sukses dan lancar

Event (kegiatan) di sekolah yang dilaksanakan dapat berjalan sukses dan lancar apabila di dukung oleh semua pihak. Karena keberhasilan suatu kegiatan (event) tentunya diharapkan dapat menghasilkan/menyampaikan misi dari pihak panitia penyelenggara. Pada bulan Juni 2013 nanti, kami juga akan melaksanakan kegiatan wide game ke 2 di SDN Tambak Sirang Baru.

Pada umumnya semua pihak panitia pelaksana kegiatan di sekolah menyelenggarakan sebuah event dengan tujuan tertentu yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apalagi event/kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya dalam ruang lingkup satu sekolah saja tetapi mengundang dari berbagai sekolah lainnya tentu saja perlu persiapan yang sangat mantang.

Ini beberapa tips secara secara umum yang saya ketahui, tentang gimana membuat event/kegiatan dapat diselenggarakan dengan baik, benar, lancar dan sukses tentunya.
  1. Perijinan yang terorganisasi.
  2. Keamanan yang terkoordinir dengan baik
  3. Promosi yang baik & sistematik.
  4. Dana untuk kegiatan, dana kegiatan ini bisa kita mengajukan proposal kerjasama ke berbagai sponsorship. Di sekolah tempat saya mengajar sendiri pada bulan Juni 2013 akan melaksanakan kegiatan wide game dengan dana sekolah yang minim, sehingga kami pun mengajukan beberapa proposal kegiatan ke berbagai pihak swasta. Kami juga menyampaikan proposal kegiatan tersebut ke Banjarmasin Post Group selaku Koran terbesar di Kalimantan Selatan yang sangat mendukung kegiatan pendidikan di banua kita.
  5. Fasilitas venue/tempat event yang menunjang seperti parkir, akses masuk, toilet, daya listrik & fasilitas pendukung lain.
  6. Kapasitas kemampuan daya tampung tempat penyelenggaraan event/kegiatan yang memadai.
  7. Pelaksanaan  yang komunikatif dan kreatif juga merupakan kunci keberhasilan sebuah event/kegiatan.
  8. Konsep pendukung kegiatan bisa berupa games bagi peserta yang dapat memberikan rasa puas pada para peserta yang hadir.
Yang pengen menambahin tipsnya bisa koment disini ya !!
thumbnail

Download Juknis BOS 2013

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukkan kepada Sekolah (SD/sederajat & SMP/sederajat) tahun 2013 telah diatur dalam juknis berdasarkan Permendikbud No 76 th 2012. Apa saja tujuan, berapa besar dana BOS setiap siswa dan bagaimana mekanisme penyalurannya?


Tujuan Bantuan Operasional Sekolah

Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu.

Secara khusus program BOS bertujuan untuk:

1. Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT (Terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih;

2. Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta;

3. Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.



Sasaran Program dan Besar Bantuan Dana BOS 2013

Sasaran program BOS adalah semua sekolah SD/SDLB dan SMP/SMPLB/SMPT, termasuk SD-SMP Satu Atap (SATAP) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKB Mandiri) yang diselenggarakan oleh masyarakat, baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia.

Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:

1. SD/SDLB : Rp 580.000,-/siswa/tahun

2. SMP/SMPLB/SMPT/SATAP : Rp 710.000,-/siswa/tahun


Waktu Penyaluran Dana


Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan, yaitu periode Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember.

Pada tahun anggaran 2013, dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2013, yaitu Triwulan I dan II tahun anggaran 2013 tahun ajaran 2012/2013  dan Triwulan III dan IV tahun anggaran 2013 tahun pelajaran 2013/2014.


Agar sekolah dalam penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, maka sekolah harus mengetahui Petunjuk Teknis (JUKNIS) BOS 2013.

Bagi anda yang ingin mengunduh Juknis BOS 2013 dapat di unduh/download DISINI


thumbnail

Tunjangan profesi (sertifikasi) tidak merubah kompetensi dan kualitas guru

Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Proses pendidikan tak dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan diarahkan dan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya yang berkualitas. Manusia yang berkualitas dapat dilihat dari segi pendidikan. Hal ini terkandung dalam tujuan pendidikan nasional, bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, selain beriman, bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa serta sehat jasmani dan rohani, juga memiliki kemampuan dan keterampilan. Penegasan tersebut berarti peningkatan kualitas sumber daya manusia haruslah dilakukan dalam konteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui model pengajaran yang efektif dan efisien serta mengikuti perkembangan zaman.

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab (Depdiknas, 2007 : 8).
Permasalahan pendidikan di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan dan perlu adanya perhatian dari pemerintah yang lebih baik lagi, permasalahan tersebut diantaranya kualitas guru, kurikulum yang berubah-ubah, dan sarana prasarana dalam menunjang pendidikan yang kurang mendukung. Dari beberapa permasalahan tersebut mari kita sejenak menilik pendidikan yang ada di Indonesia, menurut anda apakah baik sistem pendidikannya, para pendidiknya (guru), dan sarana prasarana nya (infrastruktur). Yang pastinya semua masyarakat Indonesia mendambakan pendidikan yang layak dengan semua fasilitas yang cukup lengkap.
Salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah guru, guru adalah ujung tombak dalam dunia pendidikan. Dari faktor utama tersebut maka yang perlu diperhatikan adalah kualitas distribusi dan pemerataan dan kesejahteraan guru, jika ketiga hal tersebut dapat diperhatikan maka sebagian besar permasalahan pendidikan di Indonesia dapat diselesaikan.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, baik melalui pemerintahan pusat, maupun daerah dalam rangka mencapai tujuan kehidupan bangsa antara lain dengan perluasan dan pemerataan pendidikan, terlebih lagi dengan dicanangkannya program Wajib Belajar 9 Tahun (Wajar), yang meliputi di SD 6 tahun dan SMP 3 tahun. Selain itu pemerintah juga memberikan kesejahteraan bagi guru berupa tunjangan profesi (sertifikasi) yang memenuhi syarat.
Tunjangan profesi vs kompetensi dan Kualitas Guru
Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dinilai telah berhasil meningkatkan kesejahteraan para pendidik (guru) dengan memberikan tunjangan sertifikasi. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk: (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, (2) meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, (3) meningkatkan kesejahteraan guru, serta (4) meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
Bagi guru PNS besaran tunjangan profesi adalah setara dengan 1 (satu)kali gaji pokok per bulan dipotong pajak penghasilan Pasal 21 dengan tarif 15 % bersifat final sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perpajakan.
Bagi guru bukan PNS, tunjangan profesi diberikan setara dengan gaji pokok PNS per bulan sesuai dengan penetapan inpassing jabatan fungsional guru yang bersangkutan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 47 tahun 2007.
Tunjangan profesi bagi guru bukan PNS yang belum memiliki Surat Keputusan inpassing jabatan fungsional guru bukan PNS dibayar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 72 tahun 2008 tentang Tunjangan Profesi bagi Guru Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil yang Belum Memiliki Jabatan Fungsional Guru dengan nominal sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan.
(Sumber : http://muhamadalisaifudin.blogspot.com/2011/08/berapa-besaran-tunjangan-profesi.html )
Besarnya biaya yang telah dikeluarkan pemerintah untuk membayar tunjangan profesi guru yang memiliki sertifikat profesi guru menjadi alasan bagi masyarakat untuk menuntut pembelajaran yang berkualitas dari guru yang telah bersertifikat profesi.
Hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menunjukkan bahwa kualitas profesionalitas guru setelah mendapat tunjangan profesi tidak meningkat. Program sertifikasi tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar. Peningkatan kesejahteraan guru melalui sertifikasi tidak berjalan lurus dengan peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan para guru. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemdiknas, Syawal Gultom akhir-akhir ini.
Padahal dari besaran dana yang dikeluarkan pemerintah untuk pemberian tunjangan profesi tersebut, diharapkan dapat memicu guru dalam meningkatkan kompetensi, kualitas dan professional dalam memberikan pembelajaran di dalam kelas. Namun sebaliknya, kompetensi, kualitas dan profesionalisme guru belum menampakkan kemajuan dan peningkatan.



Dari permasalahan diatas, penulis sebagai seorang guru berharap kepada para pendidik (guru) yang sudah mendapatkan tunjangan profesi (sertifikasi) dapat lebih giat meningkatkan kompetensinya serta kualitas pembelajaran di sekolah. Sehingga kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan….. Maju terus Pendidikan di Indonesia ….
thumbnail

ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH YANG BERSIFAT UMUM

Adapun administrasi Kepala sekolah yang bersifat umum yang harus dimiliki kepala sekolah adalah :

1. RKS (Rencana Kerja Sekolah)
            Rencana Kerja Sekolah/Madrasah merupakan rencana kerja yang memiliki jangka waktu empat tahun yang disusun dan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah/Madrasah, Guru, Pegawai, beserta Komite Sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.
            Rencana Kerja Sekolah/Madrasah harus sesuai, sejalan, dan mendukung tercapaianya Visi, Misi dan Tujuan Sekolah yang telah disusun sebelumnya.
            Sebelum Rencana Kerja Sekolah/Madrasah disusun terlebih dahulu kita harus melakukan empat tahapan kegiatan yaitu :
1.1.   Kegiatan Pemetaan dan Kondisi Harapan Sekolah.
1.2.   Merumuskan Kesenjangan dan Alternatif Pemecahannya.
1.3.   Menentukan Skala Prioritas.
1.4.   Membuat Jadwal Kegiatan, kemudian
1.5.   Membuat RKS (Rencana Kerja Sekolah).
            Cakupan isi program RKS sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan adalah minimal meliputi bidang :
1.   Kesiswaan
2.   Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran.
3.   Pendidikan dan Tenaga Kependidikan serta Pengembangannya.
4.   Sarana dan Prasarana.
5.   Keuangan dan Pembiayaan.
6.   Budaya dan Lingkungan Sekolah.
7.   Peranserta Masyarakat.
8.   Rencana-rencana kerja lain yang mengarah pada peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan.
            Pada halaman  13  akan diberikan bentuk format masing-masing tahapan kegiatan dan format pembuatan RKS.


2.   Program Tahunan Kepala Sekolah
            Program Tahunan Kepala Sekolah kadang disebut Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang disusun oleh Kepala Sekolah bersama Dewan Guru/Pegawai dan Komite Sekolah.
            Program-program pada Program Tahunan ini harus sama dengan program-program yang terdapat di dalam RKS (Rencana Kerja Sekolah). Program Tahunan/RKT merupakan realisasi atau pelaksanaan dari RKS. RKS merupakan program jangka menengah sedangkan Program Tahunan atau RKT merupakan program jangka pendek. Di dalam RKS tidak ada istilah program jangka menengah
(4 tahun) akan merupakan pelaksanaan program jangka panjang yang tidak terbatas waktunya. Penentuan program jangka menengah
(4 tahun) dikaitkan dengan masa penilaian kinerja Kepala Sekolah. Jika Kepala Sekolah tersebut menduduki jabatannya selama dua kali 4 tahun atau 8 tahun maka akan dikenai aturan turun dari jabatan Kepala Sekolah atau naik menjadi Pengawas Sekolah jika nilai Standar Kompetensinya tinggi.
            Bentuk format program Tahunan Kepala Sekolah/RKT dapat dilihat pada halaman  63    

3.   Buku Agenda Kegiatan Kepala Sekolah
            Segala bentuk kegiatan Kepala Sekolah terkait erat dengan pelaksanaan pelaksanaan tugas pokoknya dicatat pada buku Agenda Kegiatan Kepala Sekolah. Kegiatan-kegiatan yang dicatat antara lain seperti ;
3.1.   Rapat-rapat dinas Kepala Sekolah di instansi-instansi pemerintah.
3.2.   Rapat-rapat dinas Kepala Sekolah di sekolah bersama guru-guru, pegawai, komite sekolah dan orang tua/wali siswa.
3.3.   Rapat-rapat dinas Kepala Sekolah di PKG/wilayah gugusnya.
3.4.   Kegiatan Kepala Sekolah mengikut Diklat, Workshop, seminar pendidikan, studi banding, dll.
3.5.   Kegiatan Kepala Sekolah mengikuti Upacara Bendera PHBN.

Untuk lebih jelas hal-hal lain juga yang perlu di catat lihat contoh bentuk format halaman  67 !

4.   Buku Agenda Rapat Kepala Sekolah/Notulen
            Buku Agenda Rapat Sekolah/Notulen adalah catatan-catatan tentang kegiatan-kegiatan rapat dinas di sekolah yang diikuti oleh dewan guru/pegawai dan kadang juga di hadiri oleh komite sekolah beserta orang tua/wali siswa. Lihat contoh bentuk format halaman 71 !

5.   Buku Tamu Umum Sekolah
            Setiap tamu umum yang datang ke sekolah terkait masalah pendidikan diberikan Buku Tamu untuk mencatat nama, jabatan, dan tujuan kedatangnnya atau pesan dan kesan terhadap pendidikan di sekolah. Tamu umum seperti Kepala Desa, Camat, dari Puskesmas, dll.
Bentuk format Buku Tamu Umum Sekolah ada di halaman

6.   Buku Tamu Khusus Sekolah
            Tamu-tamu khusus sekolah diberikan juga Buku Tamu Khusus untuk mencatat perihal kedatangannya, nama, jabatan, tujuan kedatangannya serta pesan dan kesan terhadap masalah yang terkait dengan pendidikan. Lihat contoh bentuk format pada halaman 79 !

7.   Buku Kunjungan Komite Sekolah
            Setiap kehadiran Komite Sekolah pada jam dinas atau di luar jam dinas sekolah mencatat juga perihal kehadirannya terkait dengan tugas atau fungsinya sebagai Komite Sekolah. Perhatikan contoh bentuk format Buku Kunjungan Komite Sekolah pada halaman 85 !

8.   Buku Kunjungan Orang Tua/Wali Siswa
            Kunjungan orang tua/wali siswa ke sekolah perlu juga mencatat/dicatat perihal kehadirannya terkait masalah kelangsungan proses pendidikan peserta didik. Permasalahan kehadirannya dicatat pada Buku Kunjungan Orang Tua/Wali Siswa. Lihat contoh bentuk format di halaman 87 !
9.   Buku Agenda Surat keluar Masuk
            Berbagai macam dan jenis surat yang dikeluarkan Kepala Sekolah dan surat-surat yang masuk dari instansi-instansi pemerintah dan lembaga-lembaga sosial/humas tentang permasalahan pendidikan dicatat pada Buku Agenda Surat Keluar Masuk sesuai bentuk format pada halaman 91.

10. Buku Kegiatan Sosial
            Keikutsertaan warga sekolah dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial/kemasyarakatan seperti gotong royong di lingkungan desa/kelurahan membangun tempat ibadah, membersihkan selokan dari sampah, penyantunan terhadap anak yatim piatu dan orang tua jompo, dll. Kegiatan-kegiatan sosial tersebut dicatat di Buku Kegiatan Sosial sebagaimana contoh bentuk bukunya pada halaman 95 !

11. Buku Inventarisasi Undangan Sosial Kemasyarakatan/Humas
            Surat-surat undangan dari masyarakat sekitar untuk warga sekolah ikut berpartisipasi memberikan sumbangan berupa dana, pikiran, dan tenaga dicatat dan di dokumentasikan. Termasuk juga surat undangan kematian dan resepsi pernikahan didokumentasikan sebagai bukti fortofolio Humas warga sekolah. Contoh bentuk format lihat pada halaman 99 !

12. Buku Program UKS/PKHS
            Bentuk program UKS/PKHS serta pelaksanaannya dapat dilihat pada halaman 103 !

13. Buku Program 7 K
            Bentuk program 7 K dan pelaksanaannya dapat dibuat sesuai contoh bentuk format di halaman 107 !

14. Buku Pelaksanaan Program Pesantren Kilat
            Kegiatan pesantren Hat biasa diadakan pada Bulan Suci Ramadhan setiap tahunnya. Materi-materi kegiatan pesantren kilat adalah terkait dengan upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Materi-materinya seperti :
a.   Pembelajaran ilmu tajwid dan tadarrusan baca Al-Qur'an.
b.   Menghafal ayat-ayat pendek (Juz'amma).
c.   Pelaksanaan Sholat berjama'ah lima waktu dan Sholat sunat Tarawih serta Witir.
d.   Belajar berpidato/berdakwah, dan sebagainya.
Contoh bentuk Buku Pelaksanaan Pesantren Kilat dapat dilihat pada halaman 111!

15. Buku Kegiatan Apel Upacara Bendera.
            Pelaksanaan upacara bendera di sekolah setiap hari Senin dan PHBN perlu juga direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Lihat contoh bentuk format pelaksanaannya di halaman 115 !

16. Buku Piket Sekolah
            Kegiatan piket sekolah setiap hari yang dilaksanakan oleh guru-guru/pegawai secara bergilir dan terjadwal perlu dicatat pelaksanaannya sesuai contoh format di halaman 119 !

17. Buku Evaluasi Program Sekolah
            Pelaksanaan program sekolah yang telah disusun oleh Kepala Sekolah bersama Dewan Guru/Pegawai atau bersama Komite Sekolah pada setiap akhir tahun pelajaran perlu diadakan evaluasi. Hal-hal yang dievaluasi terkait setiap butir program dengan kendala yang dihadapi dan tingkat keberhasilannya.

18. Buku Tindak Lanjut Program Sekolah
            Setelah diadakan evaluasi terhadap program sekolah yang sudah dilaksanakan disimpulkan beberapa kendala atau permasalahan yang menyebabkan program sekolah tidak dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil pelaksanaan program yang kurang maksimal. Kepala Sekolah bersama Dewan Guru/Pegawai dan Komite Sekolah merencanakan langkah-langkah perbaikan dan pemrograman dan pelaksanaannya dengan kata lain akan diadakan tindak lanjut terhadap program sekolah.
19. Buku Inventarisasi Perpustakaan Sekolah
            Buku-buku fiksi dan non fiksi yang ada di sekolah harus diinventarisasi dalam Buku Perpustakaan Sekolah. Buku-buku fiksi dan non fiksi tersebut adalah yang dibeli dan Dana BOS, DAK Mutu/Buku dari pemerintah, dan buku-buku yang didriping oleh Pemerintah. Contoh Buku Inventaris Perpustakaan Sekolah

20. Buku Pinjaman Perpustakaan Sekolah
            Bentuk Buku Peminjaman Perpustakaan Sekolah oleh warga sekolah/peserta didik

21. Buku Profil Sekolah
            Bentuk Buku Profil Sekolah yang sangat sederhana d
untuk file downloadnya masih dalam tahap upload....
thumbnail

Tujuh Peran Kepala Sekolah

Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu, sebagai : (1) educator (pendidik); (2) manajer; (3) administrator; (4) supervisor (penyelia); (5) leader (pemimpin); (6) pencipta iklim kerja; dan (7) wirausahawan; Merujuk kepada tujuh peran kepala sekolah sebagaimana disampaikan oleh Depdiknas di atas, di bawah ini akan diuraikan secara ringkas hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru.

1. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) 
Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah yang menunjukkan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. 

2. Kepala sekolah sebagai manajer
 Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini, kepala sekolah seyogyanya dapat memfasiltasi dan memberikan kesempatan yang luas kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik yang dilaksanakan di sekolah, –seperti : MGMP/MGP tingkat sekolah, in house training, diskusi profesional dan sebagainya–, atau melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan di luar sekolah, seperti : kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain. 

3. Kepala sekolah sebagai administrator 
Khususnya berkenaan dengan pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari faktor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah seyogyanya dapat mengalokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 

 4. Kepala sekolah sebagai supervisor 
Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (E. Mulyasa, 2004). Dari hasil supervisi ini, dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, — tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan–, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Jones dkk. sebagaimana disampaikan oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukakan bahwa “ menghadapi kurikulum yang berisi perubahan-perubahan yang cukup besar dalam tujuan, isi, metode dan evaluasi pengajarannya, sudah sewajarnya kalau para guru mengharapkan saran dan bimbingan dari kepala sekolah mereka”. Dari ungkapan ini, mengandung makna bahwa kepala sekolah harus betul-betul menguasai tentang kurikulum sekolah. Mustahil seorang kepala sekolah dapat memberikan saran dan bimbingan kepada guru, sementara dia sendiri tidak menguasainya dengan baik. 

5. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) 
Gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti apakah yang dapat menumbuh-suburkan kreativitas sekaligus dapat mendorong terhadap peningkatan kompetensi guru ? Dalam teori kepemimpinan setidaknya kita mengenal dua gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, seorang kepala sekolah dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara tepat dan fleksibel, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Kendati demikian menarik untuk dipertimbangkan dari hasil studi yang dilakukan Bambang Budi Wiyono (2000) terhadap 64 kepala sekolah dan 256 guru Sekolah Dasar di Bantul terungkap bahwa ethos kerja guru lebih tinggi ketika dipimpin oleh kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai barikut : (1) jujur; (2) percaya diri; (3) tanggung jawab; (4) berani mengambil resiko dan keputusan; (5) berjiwa besar; (6) emosi yang stabil, dan (7) teladan (E. Mulyasa, 2003). 

6. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul, yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif, kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : (1) para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan, (2) tujuan kegiatan perlu disusun dengan dengan jelas dan diinformasikan kepada para guru sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja, para guru juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut, (3) para guru harus selalu diberitahu tentang dari setiap pekerjaannya, (4) pemberian hadiah lebih baik dari hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan, (5) usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru, sehingga memperoleh kepuasan (modifikasi dari pemikiran E. Mulayasa tentang Kepala Sekolah sebagai Motivator, E. Mulyasa, 2003). 

7.  Kepala sekolah sebagai wirausahawan 
Dalam menerapkan prinsip-prinsip kewirausaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru, maka kepala sekolah seyogyanya dapat menciptakan pembaharuan, keunggulan komparatif, serta memanfaatkan berbagai peluang. Kepala sekolah dengan sikap kewirauhasaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya, termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa beserta kompetensi gurunya. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran di atas, secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru, yang pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
thumbnail

Supervisi Akademik (part 1)




1.  Konsep Supervisi Akademik

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

2.  Tujuan dan fungsi supervisi akademik
Tujuan supervisi akademik adalah:
a. membantu guru mengembangkan kompetensinya,
b. mengembangkan kurikulum,
c. mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007, Sergiovanni, 1987).
Gambar tiga tujuan supervisi akademik sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Supervisi akademik merupakan salah satu (fungsi mendasar (essential function) dalam keseluruhan program sekolah (Weingartner, 1973; Alfonso dkk., 1981; dan Glickman, et al; 2007). Hasil supervisi akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru.

3. Prinsip-prinsip supervisi akademik
  • Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
  • Sistematis, artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
  • Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
  • Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
  • Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
  • Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
  • Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
  • Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
  • Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
  • Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
  • Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor
  • Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
  • Terpadu, artinya menyatu dengan dengan program pendidikan.
  • Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas (Dodd, 1972).

4. Dimensi-dimensi subtansi supervisi akademik
a. Kompetensi kepribadian.
b. Kompetensi pedagogik.
c. Kompotensi profesional.
d. Kompetensi sosial.

C. Contoh
Sering dijumpai adanya kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik hanya datang ke sekolah dengan membawa instrumen pengukuran kinerja. Kemudian masuk ke kelas melakukan pengukuran terhadap kinerja guru yang sedang mengajar. Setelah itu, selesailah tugasnya, seakan-akan supervisi akademik sama dengan pengukuran kinerja guru dalam proses pembelajaran.

Perilaku supervisi akademik sebagaimana diuraikan di atas merupakan salah satu contoh perilaku supervisi akademik belum baik. Perilaku supervisi akademik yang demikian tidak akan memberikan banyak pengaruh terhadap tujuan dan fungsi supervisi akademik. Seandainya memberikan pengaruh, pengaruhnya relatif sangat kecil artinya bagi peningkatan mutu guru dalam mengelola proses pembelajaran. Supervisi akademik sama sekali bukan penilaian unjuk kerja guru. Apalagi bila tujuan utama penilaiannya semata-mata hanya dalam arti sempit, yaitu mengkalkulasi kualitas keberadaan guru dalam memenuhi kepentingan akreditasi guru belaka.

Hal ini sangat berbeda dengan konsep supervisi akademik. Secara konseptual, supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.

Meskipun demikian, supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran. Apabila di atas dikatakan, bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran, maka menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya. Penilaian kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran sebagai suatu proses pemberian estimasi mutu kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, merupakan bagian integral dari serangkaian kegiatan supervisi akademik. Agar supervisi akademik dapat membantu guru mengembangkan kemampuannya, maka untuk pelaksanaannya terlebih dahulu perlu diadakan penilaian kemampuan guru, sehingga bisa ditetapkan aspek yang perlu dikembangkan dan cara mengembangkannya.
thumbnail

Perhitungan Nilai Ijazah dan Format Ijazah 2011

Format ijasah tahun pelajaran 2010/2011 mempunyai bentuk yang baru. Dimana dalam blangko penilaian terdapat dua bagian, yaitu :


Bagian I
Berisi nilai rata-rata raport, nilai Ujian Sekolah, dan nilai sekolah untuk semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Bagian II
Berisi nilai sekolah, nilai ujian nasional, dan nilai akhir.

Untuk Downloads format ijasah tahun pelajaran 2010/2011 untuk kurikulum KTSP silakan klik link berikut ini :
1. SD
2. SMP
3. SMA
4. SMK
Contoh perhitungan ijazah Sekolah Dasar dapat anda download disini, sehingga bagi pendidik tidak perlu lagi repot menghitung Nilai Sekolah dan Akhir pada ijazah.atau bisa juga download disini
Mudah-mudahan berguna bagi dunia pendidikan
thumbnail

Ciri-ciri Kepala Sekolah yang Efektif

Kepala sekolah memiliki peranan yang sangat kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah dituntut mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah (Mulyasa, 2005).

Manajemen sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Hal ini disebabkan karena manajemen sekolah secara langsung akan mempengaruhi dan menentukan efektif tidaknya kurikulum, berbagai peralatan belajar, waktu mengajar dan proses pembelajaran.

Sekolah efektif dalam perspektif manajemen, manajemen sekolah merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistematik (mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengerahan tindakan dan pengendalian) untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Darling-Hammond, L (1992) menyatakan dimensi sekolah efektif meliputi : 1) layanan belajar bagi siswa, 2) pengelolaan dan layanan siswa, 3) sarana dan pra sarana sekolah, 4) program dan pembiayaan, 5) partisipasi masyarakat, dan 6) budaya sekolah.

Sekolah yang efektif berada dalam lapangan manajemen sekolah yang ciri/karakteristiknya menurut Edmonds (dalam Syafaruddin, 2002) meliputi (a) Kepala sekolah dan guru-guru memiliki komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap perbaikan mutu pengajaran, (b) Guru-guru memiliki harapan yang tinggi untuk mendukung pencapaian prestasi siswa, (c) Iklim sekolah yang tidak kaku, sejuk tanpa tekanan dan kondusif dalam seluruh proses pengajaran, (d) Sekolah mempunyai pemahaman yang luas tentang fokus pengajaran dan mengusahakan keefektifan sekolah dengan mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan secara maksimal, (e) Sekolah efektif dapat menjamin kemajuan siswa yang dimonitor secara periodik.

Sejalan dengan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri kepala sekolah yang memiliki kemampuan dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen meliputi sebagai berikut:

Dalam perencanaan meliputi (1) Kepala sekolah dapat menetapkan program-program sekolah, (2) Kepala sekolah dapat merumuskan kebijakan-kebijakan sekolah, (3) Kepala sekolah dapat menyusun program kerja sekolah, dan (4) Kepala sekolah dapat merumuskan langkah-langkah pelaksanaan program.

Dalam pengorganisasian meliputi (1) Kepala sekolah dapat menempatkan guru sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki dalam KBM, (2) Kepala sekolah dapat mengatur penggunaan sarana dan prasarana yang ada sesuai dengan kebutuhan siswa, guru dan personel lain sehingga terjalin kerjasama yang baik, (3) Kepala sekolah dapat memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan personel sekolah lainnya, (4) Kepala sekolah dapat mengatur kerjasama dengan pihak atau instansi lain untuk menyukseskan program-program sekolah.

Dalam penggerakan meliputi (1) Kepala sekolah dapat memotivasi guru sehingga guru merasa mampu dan yakin untuk melaksanakan program- program sekolah, (2) Kepala sekolah dapat memimpin dan mengarahkan guru-guru dengan baik, (3) Kepala sekolah dapat mendorong guru-guru untuk mengembangkan profesionalisme sesuai dengan bidangnya, (4) Kepala sekolah dapat mendorong guru bekerja dengan tujuan untuk pencapaian prestasi.

Dalam pengendalian meliputi (1)Kepala sekolah dapat mengevaluasi pelaksanaan program-program sekolah seperti yang telah ditetapkan dalam tahap perencanaan, (2) Kepala sekolah dapat mengevaluasi kinerja guru dan personel sekolah lainnya, (3) Kepala sekolah dapat memberikan penguatan terhadap keberhasilan yang telah dicapai oleh guru, (4) Kepala sekolah dapat memperbaiki kesalahan/kelemahan yang telah dibuat oleh guru dan personel lainnya.
thumbnail

Pengertian Pembelajaran Terpadu

Pengertian Pembelajaran Terpadu 

dikutip dari http://anwarholil.blogspot.com/2008/04/pengertian-pembelajaran-terpadu.html
Beberapa pengertian dari pembelajaran terpadu yang dikemukakan oleh beberapa orang pakar pembelajaran terpadu diantaranya :

(1) menurut Cohen dan Manion (1992) dan Brand (1991), terdapat tiga kemungkinan variasi pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakan dalam suasana pendidikan progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum), hari terpadu (integrated day), dan pembelajaran terpadu (integrated learning). Kurikulum terpadu adalah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat atau boleh dikatakan tidak ada. Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siswa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka. Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core / center of interest);

(2) menurut Prabowo (2000 : 2), pembelajaran terpadu adalah suatu proses pembelajaran dengan melibatkan / mengkaitkan berbagai bidang studi. Dan ada dua pengertian yang perlu dikemukakan untuk menghilangkan kerancuan dari pengertian pembelajaran terpadu di atas, yaitu konsep pembelajaran terpadu dan IPA terpadu.

Menurut Prabowo (2000:2), pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi. Pendekatan belajar mengajar seperti ini diharapkan akan dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak didik kita. Arti bermakna disini dikarenakan dalam pembelajaran terpadu diharapkan anak akan memperoleh pemahaman terhadap konsep-konsep yang mereka pelajari dengan melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik (Developmentally Appropriate Practical). Pendekatan yang berangkat dari teori pembelajaran yang menolak drill-system sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak.

Langkah awal dalam melaksanakan pembelajaran terpadu adalah pemilihan/ pengembangan topik atau tema. Dalam langkah awal ini guru mengajak anak didiknya untuk bersama-sama memilih dan mengembangkan topik atau tema tersebut. Dengan demikian anak didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pembuatan keputusan.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan terpadu ini diharapkan akan dapat memperbaiki kualitas pendidikan dasar, terutama untuk mencegah gejala penjejalan kurikulum dalam proses pembelajaran di sekolah. Dampak negatif dari penjejalan kurikulum akan berakibat buruk terhadap perkembangan anak. Hal tersebut terlihat dengan dituntutnya anak untuk mengerjakan berbagai tugas yang melebihi kapasitas dan kebutuhan mereka. Mereka kurang mendapat kesempatan untuk belajar, untuk membaca dan sebagainya. Disamping itu mereka akan kehilangan pengalaman pembelajaran alamiah langsung, pengalaman sensorik dari dunia mereka yang akan membentuk dasar kemampuan pembelajaran abstrak (Prabowo, 2000:3).

Pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu : berpusat pada anak (student centered), proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman langsung, serta pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas. Disamping itu pembelajaran terpadu menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam satu proses pembelajaran. Kecuali mempunyai sifat luwes, pembelajaran terpadu juga memberikan hasil yang dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

Pembelajaran terpadu memiliki kelebihan (Depdikbud, 1996) sebagai berikut :
1. Pengalaman dan kegiatan belajar anak relevan dengan tingkat perkembangannya.
2. Kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
3. Kegiatan belajar bermakna bagi anak, sehingga hasilnya dapat bertahan lama.
4. Keterampilan berpikir anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu.
5. Kegiatan belajar mengajar bersifat pragmatis sesuai dengan lingkungan anak.
6. Keterampilan sosial anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu. Keterampilan sosial ini antara lain adalah : kerja sama, komunikasi, dan mau mendengarkan pendapat orang lain.


Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa pembelajaran terpadu mempunyai kelebihan yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam membantu anak didiknya berkembang sesuai dengan taraf perkembangan intelektualnya. Meskipun demikian pendekatan pembelajaran terpadu ini masih mengandung keterbatasan-keterbatasan.

Salah satu keterbatasan yang menonjol dari pembelajaran terpadu adalah pada faktor evaluasi. Pembelajaran terpadu menuntut diadakannya evaluasi tidak hanya pada produk, tetapi juga pada proses. Evaluasi pembelajaran terpadu tidak hanya berorientasi pada dampak instruksional dari proses pembelajaran, tetapi juga pada proses dampak pengiring dari proses pembelajaran tersebut. Dengan demikian pembelajaran terpadu menuntut adanya teknik evaluasi yang banyak ragamnya. Oleh karenanya tugas guru menjadi lebih banyak (Prabowo, 2000:4).

Dalam Prabowo (2000:5) dikatakan bahwa dari kalangan pendidik terdapat berbagai pendapat yang intinya menyatakan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran terpadu akan banyak menimbulkan masalah dan tugas guru menjadi semakin membengkak. Masalah yang menonjol adalah tentang penyesuaian pola penerapan dan hasil pembelajaran terpadu dikaitkan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Dalam mengatasi masalah ini, pada tahap awal dapat dilakukan dengan memeriksa isi kurikulum dalam satu catur wulan secara fleksibel. Artinya materi dalam satu catur wulan tersebut dapat diatur urutan pembelajarannya, asal cakupannya tetap tercapai.

Berangkat dari pokok pemikiran tersebut di atas, maka sebelum merancang pembelajaran terpadu, hendaknya guru mengumpulkan dan menyusun seluruh pokok bahasan dari semua bidang studi dalam satu catur wulan, kemudian dilanjutkan dengan proses perancangan pembelajaran terpadu.