Showing posts with label kurikulum. Show all posts
thumbnail

download kurikulum 2013 untuk SD/MI

Download kurikulum 2013 untuk SD/MI - Kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 rencananya mulai di terapkan pada Juni 2013. Jika jadi, kurikulum ini bakal menggantikan kurikulum KTSP yang sudah di gunakan sejak 2006 lalu. Sebagai persiapan, Kepala madrasah ibtidaiyah, sekolah, guru dapat mempelajarinya terlebih dahulu silahkan unduh dokumen kurikulum 2013 di bawah ini :

DOWNLOAD KURIKULUM 2013 SD/MI

semoga bermanfaat

Tag :   DOWNLOAD KURIKULUM 2013 SD/MI, Kurikulum 2013 terbaru, Kurikulum SD, kurikulum Madrasah Ibtidaiyah.
thumbnail

Cara Cek jadwal pelatihan kurikulum 2013

Pada kesempatan yang baik ini saya akan memberikan info tentang pelaksanaan kurikulum 2013, kali ini mengenai cara mengecek atau melihat jadwal dan lokasi tempat pelatihan Kurikulum 2013 untuk guru atau PTK melalui http://kurikulum.kemdikbud.go.id.
Melalui SEPIK, Sistem Elektronik Pemantau Implementasi Kurikulum 2013, kita dapat mengikuti perkembangan implementasi Kurikulum 2013. Pada posting sebelumnya kita dapat mengetahui Cara Cek Data Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 di Kurikulum.Kemdikbud.Go.Id, selain kita dapat mengecek daftar sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, kita juga dapat memantau dan melihat jadwal tanggal dan lokasi pelatihan bagi guru/PTK sekolah pelaksana kurikulum 2013 tersebut. Caranya sebagai berikut ini :
langkah Pertama, kunjungi http://kurikulum.kemdikbud.go.id, dan akan tampilan halaman utama seperti berikut ini :


Langkah kedua, Pilih Sasaran, maka akan tampil halaman seperti ini...


Dalam implementasi kurikulum 2013 ini, pelatihan ditujukan pada 74.289 PTK, jika ingin melihat rinciannya, silakan klik tombol "Detail", maka akan keluar halaman yang berisi rincian jumlah PTK Sasaran pada setiap jenjang SD, SMP, SMA, SMK yang terbagi beberapa tipe PTK yaitu Instruktur Nasional, Guru Inti, Pengawas Inti, Guru Sasaran, Pengawas Sasaran, dan Kepala Sekolah Sasaran dengan jumlah total 74.289 orang. Seperti gambar berikut ini...


Di halaman tersebut, pada bagian sudut kanan bawah, ada keterangan "Ingin Mengetahui Status PTK Sasaran Berdasarkan NUPTK, klik DISINI." Jika diklik, maka akan tampil halaman status PTK Sasaran. Untuk melihat status PTK Sasaran, kita dapat memasukkan NUPTK pada kotak pencarian, lalu klik tanda pencarian. Jika berhasil maka akan muncul status PTK yang berisi NUPTK, nama PTK, Sekolah Asal, Mata Pelajaran, Lokasi Sekolah, Predikat (Tipe PTK), Lokasi Pelatihan, Tanggal Pelatihan, Nomor Peserta Pelatihan, dan Ruang Pelatihan Kurikulum 2013, seperti gambar di bawah ini...




Nah...itulah cara melihat jadwal, lokasi, tanggal, nomor peserta, dan ruang pelatihan kurikulum 2013. Namun, jika anda mencoba cek NUPTK tapi tidak atau belum muncul, itu berarti jadwal dan lokasi belum ditentukan. Sebelum anda mencek NUPTK, sebaiknya cek dulu apakah sekolah anda termasuk yang ditunjuk menerapkan Kurikulum 2013. Di situs SEPIK, jadwal pelatihan bagi PTK Sasaran adalah tanggal 8 s/d 12 Juli 2013, sedangkan pelatihan untuk Guru Inti sampai posting ini dibuat belum tersedia jadwalnya. Jadi tunggu saja dan cek secara berkala. mohon maaf jika ada kesalahan, terimakasih semoga bermanfaat ya
thumbnail

Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP Kurikulum 2013


Dalam kesempatan ini saya akan memberikan   buku BSE Kurikulum 2013 semua pelajaran SMP, maka berikut ini saya sertakan link untuk mendownload buku kurikulum 2013 SMP.  Pada artikel sebelumnya sudah saya berikan buku pelajaran dan pegangan guru SD kurikulum 2013 Kenapa hanya buku kelas VII SMP? karena tahap implementasi kurikulum 2013, untuk tahun 2013/2014 ini kurikulum 2013 hanya diterapkan di kelas VII SMP dan di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
 



Silakan download buku kurikulum 2013 SMP dengan mengklik Unduh di bawah ini :


 Kelas VII (SMP)
No
Mata Pelajaran
Buku Guru
Buku Siswa
1.
PA. Budha
18,7 MB
23,8 MB
2.
 PA. Hindu
17,1 MB
16, 9 MB
3.
 PA. Islam
17,8 MB
34,9 MB
4.
 PA. Katolik
21,7 MB
26,8 MB
5.
 PA. Khonghucu
26,2 MB
19,5 MB
6.
 PA. Kristen
20,2 MB
28,9 MB
7.
 Bahasa Indonesia
5,3 MB
14,1 MB
8.
 Bahasa Inggris
92,4 MB
143,1 MB
9.
 IPA
22,6 MB
68,9 MB
10.
 IPS
2,5 MB
68,1 MB
11.
 Penjasorkes
29,9 MB
29,8 MB
12.
 PPKn
7,3 MB
18,8 MB
13.
 Seni Budaya
45,8 MB
68,5 MB
14.
 Matematika (Baru)
Unduh
- MB
33 MB
15.
 Prakarya (Baru)
28,94 MB
71,25 MB

Demikian download buku SMP kurikulum 2013 ini saya berikan, semoga bermanfaat bagi anda semua
thumbnail

Download Buku Sekolah Elektronik Kurikulum 2013 untuk siswa dan guru SD

Download Buku Pelajaran Siswa dan Pegangan Guru SD Kurikulum 2013

Berlakunya kurikulum 2013 pada Juli 2013, pemerintah sudah menyiapkan buku-buku penunjang pembelajaran di sekolah.
Untuk pelajaran SD Kurikulum 2013 disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kemdikbud. Untuk Buku pelajaran SD Kurikulum 2013 tediri dari 2 jenis, yaitu buku untuk siswa dan dan buku pegangan Guru. Berikut buku-buku pelajaran untuk Kelas I dan IV SD Kurikulum terbaru 2013 yang bisa Anda download secara gratis.


 
Download Buku Kurikulum 2013 Untuk Kelas 1 SD
Buku Siswa Kelas 1: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas 1: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas 1: Tema 1 Diriku | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 1 Diriku | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas 1: Tema 2 Kegemaranku | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 2 Kegemaranku | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas 1: Tema 3 Kegiatanku | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 3 Kegiatanku | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas 1: Tema 4 Keluargaku | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 4 Keluargaku | DOWNLOAD

Download Buku Kurikulum 2013 Untuk Kelas IV SD
Buku Siswa Kelas IV: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas IV: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas IV: Tema 1 Indahnya Kebersamaan | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas IV: Tema 1 Indahnya Kebersamaan | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas IV: Tema 2 Selalu Berhemat Energi | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas IV: Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas IV: Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup | DOWNLOAD
Buku Siswa Kelas IV: Tema 4 Berbagai Pekerjaan | DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kelas IV: Tema 4 Berbagai Pekerjaan | DOWNLOAD
Buku-buku pelajaran BSE Kurikulum 2013 di atas bisa juga didownload gratis di situs bse.kemdikbud.go.id. Rencananya buku pelajaran SD di Kurikulum 2013 akan berlaku sekali pakai. Untuk tahun berikutnya, pemerintah akan mencetak buku baru. Setiap tahun akan dicetak buku pelajaran baru untuk SD.

Cara download Buku Kurikulum 2013
1. Pertama, pilih buku yang akan di download (unduh)







2.  Kemudian akan muncul seperti berikut ini :

3.  Kemudian tunggu beberapa detik, kemudian klik SKIP atau LEWATI (Terletak pada bagian kanan atas), setelah itu tinggal Save as klik OK
 
Semoga artikel di atas bermanfaat bagi anda yang sudah menerapkan Kurikulum 2013
 
Silahkan anda bisa mendownload buku pelajaran SD sesuai kurikulum 2013 untuk guru, silahkan klik pada tulisan unduh dibawah ini : untuk lebih lanjut tentang kurikulum 2013 silahkan anda dapat membaca pada artikel tentang kurikulum 2013 khususnya kurikulum 2013 sd image No. Materi / Mata Pelajaran Pegangan Guru Besar File 1. PA. Budha Unduh 25,2 MB 2. PA. Hindu Unduh 3,7 MB 3. PA. Islam Unduh 7,2 MB 4. PA. Katolik Unduh 8,4 MB 5. PA. Khonghucu Unduh 21, 9 MB 6. PA. Kristen Unduh 4,5 MB 7. Tema : Diriku Unduh 24,9 MB 8. Tema : Kegemaranku Unduh 25,5 MB 9. Tema : Kegiatanku Unduh 18,9 MB 10. Tema : Keluargaku Unduh 25,9 MB 1. PA. Budha Unduh 23,3 MB 2. PA. Hindu Unduh 4,3 MB 3. PA. Islam Unduh 2,8 MB 4. PA. Katolik Unduh 4,5 MB 5. PA. Khonghucu Unduh 21,3 MB 6. PA. Kristen Unduh 5,5 MB 7. Tema : Indahnya Kebersamaan Unduh 43,5 MB 8. Tema : Selalu Berhemat Energi Unduh - 9. Tema : Peduli Terhdap Mahluk Hidup Unduh 53,1 MB 10. Tema : Berbagai Pekerjaan Unduh 23,1 MB bila link diatas mengalami error anda dapat mencoba mendownload melalui link berikut untuk download buku kurikulum 2013 sd silahkan klik disini.... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/buku-sd-kurikulum-2013-download-untuk.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
thumbnail

Perbandingan Struktur Kurikulum 2013 dan KTSP

Muatan kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan. Dalam Kurikulum sekarang (KTSP), materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum. Misal, untuk kurikulum SMP dan MTs, terdiri dari 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik.

-          IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll
-          IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll
-          Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
-          Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
2.      Untuk SD, menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian
3.      Untuk SMP, meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 12 dapat dikurangai menjadi 10 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:
-          TIK menjadi sarana pembelajaran pada semua mata pelajaran, tidak berdiri sendiri
-          Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya
-          Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
4.      Untuk SMP, menambah 6 jam pelajaran per minggu sebagai akibat dari perubahan pendekatan proses pembelajaran dan proses penilaian
Untuk lebih jelas melihat perbedaan struktur kurikulum, dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Struktur Kurikulum SD


Struktur Kurikulum SMP



sumber : Bahan uji publik kurikulum2013
thumbnail

Harapan dan Impian dalam Menyambut Kurikulum 2013

Sebelum memulai artikel sederhana ini, saya memperkenalkan diri dulu, Nama Saya “ Sahrudin “ guru di Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Banjar, tepatnya di SDN Tambak Sirang Baru Kecamatan Gambut. 

Harapan dan Impian dalam Menyambut Kurikulum 2013

Apa itu kurikulum ?
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  


Sejarah Kurikulum di Indonesia
Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu : Rencana Pelajaran 1947, Rencana Pelajaran Terurai 1952, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999, Kurikulum 2004 (KBK), KTSP 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan IPTEK dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945.
Pada Tahun 2013 ini, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan  akan merubah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dengan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. Menyikapi rencana Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (Kemdikbud) tersebut “Harapan dan Impian dalam Menyambut Kurikulum 2013” yaitu :
  • Perlu adanya sosialisasi tentang kurikulum 2013 kepada guru-guru secara menyeluruh bukan hanya perwakilan guru dari setiap Kecamatan/Kabupaten saja.
  • Kurikulum 2013 sebaiknya dicetak dan dibagikan kepada seluruh sekolah
  • Dalam penyediaan buku teks pelajaran sebaiknya diberikan secara gratis oleh Pemerintah ke setiap sekolah sesuai keperluan sehingga adanya kesamaan buku teks pelajaran.
  • Untuk menunjang buku teks pelajaran  alangkah baiknya juga disediakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikontrol langsung oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan sehingga tidak ada lagi bermunculan LKS yang kontennya tidak sesuai.
Sekian dulu Harapan dan Impian saya dalam menyambut kurikulum 2013, apabila dalam penulisan terdapat kesalahan dan khilafan saya haturkan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga dengan perubahan kurikulum ini dapat memberikan hasil yang positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
......Selamat Menyambut Kurikulum 2013....

thumbnail

Sejarah kurikulum di Indonesia


BANGSA yang besar adalah bangsa yang mempunyai kurikulum pendidikan yang bagus dan stabil (tidak berubah-ubah) serta memberi motivasi pelajarnya agar bisa meningkatkan standar mutu pendidikannya di kemudian hari.
Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap.
Tahun 1950 ada kurikulum SD yang disebut “Rencana Pelajaran Terurai”. Pada tahun 1960 muncul “Kurikulum Kewajiban Belajar Sekolah Dasar”. Tahun 1968 dikenal “Kurikulum 1968″ pengganti “Kurikulum 1950″. Lalu tahun 1970 muncul “Kurikulum Berhitung” diganti dengan pelajaran matematika modern.
Tahun 1975 disebut “Kurikulum 1975″ yang fokus pada pelajaran matematika dan Pendidikan Moral Pancasila serta Pendidikan Kewarnegaraan. Pada tahun 1984 menyempurnakan Kurikulum 1975 dengan “Cara Belajar Siswa Aktif” (CBSA).
Tahun 1991 CBSA dihentikan lalu muncul “Kurikulum 1994″. Tahun 2004 dikenal “Kurikulum Berbasis Kompetensi” (KBK), yang dipelesetkan jadi Kurikulum Berbasis Kebingungan.
Terakhir tahun 2006 muncul “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” (KTSP), entah berapa tahun lagi ada kurikulum baru yang membuat bingung semua pihak. Siswa kita jangan dijadikan “kelinci percobaan”. Majulah pendidikan Indonesia.

Sejarah Kurikulum Indonesia
Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.

a. Rencana Pelajaran 1947
Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Dalam bahasa Belanda, artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila.
Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, plus garis-garis besar pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. Yang diutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.

b. Rencana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang, Riau.
Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.

c. Kurikulum 1968
Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.
Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.
Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9.
Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. “Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.

d. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas.
Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.

e. Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).
Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Conny R. Semiawan, Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas periode 1980-1986 yang juga Rektor IKIP Jakarta — sekarang Universitas Negeri Jakarta — periode 1984-1992. Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah yang diujicobakan, mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Sayangnya, banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA. Yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana-sini ada tempelan gambar, dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah. Penolakan CBSA bermunculan.

f. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses,” kata Mudjito menjelaskan.
Sayang, perpaduan tujuan dan proses belum berhasil. Kritik bertebaran, lantaran beban belajar siswa dinilai terlalu berat. Dari muatan nasional hingga lokal. Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasa daerah kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat. Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi.

g. Kurikulum 2004
Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. Bila target kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.
Meski baru diujicobakan, toh di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya tak memuaskan. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum.

h. KTSP 2006
Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pelajaran KTSP masih tersendat. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota. (TIAR)